
WARTAPOST.CO.ID, Pringsewu — Warga Pekon Tanjung Anom, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu, menyampaikan sejumlah aspirasi terkait kebutuhan infrastruktur pertanian dalam kegiatan serap aspirasi Anggota DPRD Provinsi Lampung, Mustika Bahrum, Kamis (13/08/2026).
Dalam kegiatan tersebut, persoalan pengairan lahan pertanian dan akses jalan menuju areal pertanian menjadi dua aspirasi utama yang disampaikan masyarakat. Warga berharap aspirasi tersebut dapat diperjuangkan melalui program pembangunan pemerintah daerah.
Kepala Pekon Tanjung Anom, Muhyidin, menyambut baik kehadiran Mustika Bahrum di tengah masyarakat. Menurutnya, kegiatan serap aspirasi menjadi momentum penting bagi pemerintah pekon dan masyarakat untuk menyampaikan langsung berbagai kebutuhan yang ada di wilayahnya.
Ia juga mengapresiasi perhatian terhadap Pekon Tanjung Anom. Terlebih, akses jalan menuju pekon saat ini sudah dalam kondisi baik sehingga masyarakat lebih mudah melakukan aktivitas sehari-hari.
“Alhamdulillah, jalan menuju Pekon Tanjung Anom sudah mulus. Mudah-mudahan silaturahmi kali ini bisa membawa keberkahan dan manfaat bagi masyarakat Tanjung Anom,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, salah satu warga, Gisus, menyampaikan persoalan irigasi di aliran Way Ngison. Ia berharap adanya pembangunan maupun pembenahan sistem irigasi agar distribusi air ke lahan pertanian dapat dikendalikan dengan lebih baik.
Menurut Gisus, kondisi tersebut sangat dirasakan petani yang berada di bagian hilir. Ketika musim tanam tiba, pembagian air kerap tidak merata sehingga lahan pertanian masyarakat mengalami kekurangan air.
“Kami meminta pembangunan irigasi di aliran Way Ngison untuk mengontrol air agar bisa mengairi lahan pertanian. Posisi kami di bagian hilir, sehingga ketika musim tanam jarang kebagian air dan sering terjadi kekeringan,” ungkapnya.
Aspirasi lain disampaikan Susanto. Ia meminta pemerintah memberikan perhatian terhadap kondisi jalan pertanian yang saat ini mulai mengalami kerusakan dan amblas.
Menurutnya, keberadaan jalan tersebut sangat penting bagi petani, terutama sebagai akses menuju lahan sekaligus jalur untuk mengangkut hasil pertanian. Jika kondisi jalan semakin rusak, aktivitas petani akan semakin terkendala.
“Kami berharap ada pengerasan jalan pertanian karena sekarang mulai amblas. Jalan ini menjadi akses masyarakat menuju lahan pertanian dan untuk mengeluarkan hasil pertanian,” katanya.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Anggota DPRD Provinsi Lampung, Mustika Bahrum, mengatakan kegiatan reses atau serap aspirasi merupakan tugas wajib bagi anggota legislatif. Namun, menurutnya, esensi kegiatan tersebut bukan hanya menyerap aspirasi, melainkan juga membangun komunikasi dan silaturahmi secara langsung dengan masyarakat.
“Hari ini saya bisa tatap muka hadir bersama warga Tanjung Anom. Mungkin masyarakat di sini pernah tahu nama saya, tetapi belum tahu orangnya,” kata Mustika.
Suntan Pengayom Makhga (Gelar Adat Mustika Bahrum) menegaskan, seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat akan menjadi catatan untuk diperjuangkan sesuai kewenangan dan peluang program pembangunan yang tersedia.
Mustika juga memilih untuk tidak memberikan janji berlebihan kepada masyarakat. Baginya, yang lebih penting adalah bagaimana aspirasi tersebut dapat diperjuangkan dan diwujudkan ketika terdapat peluang serta dukungan program.
“Saya tidak mau banyak janji. Yang terpenting adalah bisa berbuat. Jika ada peluang untuk berbuat, Pekon Tanjung Anom menjadi prioritas,” tegasnya.
Oleh karena itu, Anggota Fraksi Golkar DPRD Provinsi Lampung tersebut berharap kegiatan serap aspirasi yang digelar dapat menjadi jembatan antara masyarakat dengan pemerintah daerah.
“Berbagai persoalan yang disampaikan tadi, khususnya menyangkut infrastruktur pertanian, dapat menjadi bahan perjuangan dalam mendorong pembangunan yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

